“Dinamika Nilai-Nilai Pancasila Sesuai dengan
Perkembangan Zaman”
1. Hakikat Ideologi Terbuka
Terdapat beberapa pendapat para pakar yang memberikan
definisi ideologi, di antaranya sebagai berikut:
- Soerjanto Poespowardoyo, mengemukakan bahwa ideologi
merupakan konsep pengetahuan dan nilai yang secara keseluruhan menjadi
landasan bagi seseorang atau masyarakat untuk memahami jagat raya dan bumi
seisinya serta menentukan sikap dasar untuk mengolahnya.
- Mubyarto, mengemukakan bahwa ideologi adalah sejumlah
doktrin kepercayaan dan simbol-simbol sekelompok masyarakat atau satu
bangsa yang menjadi pegangan dan pedoman kerja atau perjuangan untuk
mencapai tujuan masyarakat atau bangsa.
- Padmo Wahjono, menyatakan bahwa ideologi merupakan
kesatuan yang bulat dan utuh dari ide-ide dasar sebagai suatu kelanjutan
atau konsekuensi logis dari pandangan hidup bangsa dan akan berupa
seperangkat tata nilai yang dicita-citakan akan direalisasikan di dalam
kehidupan berkelompok.
- Franz Magnis Suseno, menyatakan definisi ideologi dalam
arti luas dan arti sempit. Dalam arti luas, ideologi sebagai segala
kelompok cita-cita,
- nilai-nilai dasar dan keyakinan-keyakinan yang
dijunjung tinggi sebagai pedoman normatif. Sementara itu, dalam arti
sempit ideologi adalah gagasan atau teori menyeluruh tentang makna hidup
dan nilai-nilai yang mau menentukan dengan mutlak bagaimana manusia harus
hidup dan bertindak.
- M. Sastrapratedja menyatakan bahwa, ideologi adalah
seperangkat gagasan atau pemikiran yang berorientasi pada tindakan yang
diorganisasi menjadi suatu sistem yang teratur. Dengan demikian, ideologi
memuat tiga unsur, yaitu adanya suatu penafsiran atau pemahaman, adanya
seperangkat nilai atau preskripsi moral, serta adanya suatu orientasi pada
tindakan.
- Ensiklopedia Populer Politik Pembangunan Pancasila,
menyatakan bahwa ideologi merupakan cabang filsafat yang mendasari
ilmu-ilmu seperti sosiologi, etika, dan politik.
- Kamus Besar Bahasa Indonesia ideologi diartikan sebagai
kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat yang memberikan
arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup; cara berpikir seseorang atau
golongan.
Sebagai ideologi negara, Pancasila merupakan gagasan-gagasan
atau ide-ide yang dijadikan sebagai pedoman atau arah dalam mencapai cita-cita
bangsa.Setiap bangsa memiliki ideologi yang berbeda sesuai dengan nilai-nilai
yang ada dalam kehidupan bangsa.
Ciri khas ideologi terbuka adalah nilai-nilai dan
cita-citanya tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari
kekayaan rohani, moral, dan budaya masyarakat itu sendiri. Dasarnya dari
konsensus masyarakat, tidak diciptakan oleh negara, melainkan ditemukan dalam
masyarakat sendiri. Ideologi terbuka mempunyai banyak sekali keunggulan
dibandingkan dengan ideologi tertutup. Keunggulan tersebut dapat kita temukan
dengan cara membandingkan karakteristik kedua ideologi tersebut. Ideologi
terbuka tidak hanya sekedar dibenarkan, melainkan dibutuhkan oleh warga negara.
Hampir dapat dipastikan, negara yang menganut sistem ideologi tertutup seperti
negara komunis, mengalami kehancuran secara ideologis. Dalam arti, negara
tersebut tidak mampu membendung desakan-desakan yang muncul, baik dari dalam
maupun dari luar negaranya. Pada akhirnya, ideologi negara tersebut
ditinggalkan oleh masyarakatnya sendiri
2. Kedudukan Pancasila sebagai
Ideologi Terbuka
Pancasila berakar pada pandangan hidup bangsa dan falsafah bangsa sehingga memenuhi prasyarat menjadi ideologi yang terbuka. Keterbukaan Pancasila, mengandung pengertian bahwa Pancasila senantiasa mampu berinteraksi secara dinamis. Nilai-nilai Pancasila tidak berubah, namun pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan nyata yang kita hadapi dalam setiap waktu. Hal ini dimaksudkan untuk menegaskan bahwa ideologi Pancasila bersifat aktual, dinamis, antisipatif, serta senantiasa mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan, teknologi, serta dinamika perkembangan aspirasi masyarakat.
Keterbukaan ideologi
Pancasila harus selalu memperhatikan:
- stabilitas nasional yang
dinamis;
- larangan untuk memasukan
pemikiran-pemikiran yang mengandung nilai-nilai ideologi marxisme,
leninisme dan komunisme;
- mencegah berkembangnya paham
liberal;
- larangan terhadap pandangan
ekstrim yang menggelisahkan kehidupan masyarakat;
- penciptaan norma yang harus melalui kesepakatan.
Berdasarkan uraian di
atas, keterbukaan ideologi Pancasila mengandung nilai-nilai sebagai berikut.
a.
Nilai Dasar
Nilai dasar, yaitu
hakikat kelima sila Pancasila: Ketuhanan Yang Maha Esa; kemanusiaan yang adil
dan beradab; persatuan Indonesia; kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan; keadilan sosial bagi seluruh
rakyat Indonesia. Nilai-nilai dasar tersebut, bersifat universal sehingga di
dalamnya terkandung cita-cita, tujuan, serta nilai-nilai yang baik dan benar.
Nilai dasar ini bersifat tetap dan melekat pada kelangsungan hidup negara.
Nilai dasar Pancasila selanjutnya dijabarkan dalam pasal-pasal Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Adapun perwujudan
nilai dasar Pancasila sebagai ideologi terbuka tersebut adalah sebagai berikut.
· Nilai ketuhanan dalam Pancasila,
sebagai ideologi terbuka merupakan bentuk hubungan warga negara Indonesia
sebagai insan pribadi atau makhluk individu dengan Tuhan Yang Maha Esa pencipta
alam semesta. Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang religius atau bangsa yang
beragama memiliki keyakinan dan kepercayaan terhadap adanya Tuhan Yang Maha
Esa. Hal tersebut dibuktikan dengan pemelukan salah satu agama yang diakui
negara atau menganut aliran kepercayaan tertentu terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
· Nilai kemanusiaan dalam Pancasila,
diwujudkan dalam bentuk hubungan warga negara Indonesia dengan sesama manusia
sebagai insan sosial. Manusia tidak dapat hidup sendiri senantiasa hidup saling
membutuhkan. Oleh karena itu, harus dijalin sikap kekeluargaan dan tolong
menolong antarsesama manusia tanpa membedakan suku bangsa, agama, ras,
antargolongan, maupun antarbangsa.
· Nilai persatuan dalam Pancasila,
diwujudkan dalam bentuk hubungan warga negara Indonesia dengan bangsa dan
negaranya sebagai insan politik. Setiap warga negara, terikat oleh peraturan
perundang-undangan yang berlaku di negara tersebut. Oleh karena itu setiap
warga negara dituntut untuk menaati peraturan itu sebagai wujud rasa cinta
tanah air, mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan
pribadi dan golongannya.
· Nilai kerakyatan dalam Pancasila,
diwujudkan dalam bentuk hubungan warga negara Indonesia dengan kekuasaan dan
pemerintahan sebagai pemegang kedaulatan rakyat. Setiap warga negara memiliki
hak dan kewajiban untuk ikut serta dalam pemerintahan.
· Nilai keadilan dalam Pancasila,
diwujudkan dalam hubungan warga negara Indonesia dengan kesejahteraan serta
keadilan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Setiap warga
negara, dituntut untuk meningkatkan taraf hidupnya yang lebih baik dengan
berusaha dan bekerja keras, menerapkan pola hidup sederhana, berlaku adil,
serta menghargai karya orang lain.
· Nilai instrumental, ini sebagai
penjabaran dari nilai-nilai dasar ideologi Pancasila berupa peraturan
perundangan dan lembaga pelaksanaannya. Misalnya; UUD, ketetapan MPR, UU, serta
peraturan perundang-undangan lainnya. Dapat disesuaikan dengan perkembangan
zaman dan aspirasi masyarakat berdasarkan nilai-nilai Pancasila.
· Nilai praksis, merupakan realisasi
dari nilai-nilai instrumental berupa suatu pengalaman nyata dalam kehidupan
sehari-hari dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam realisasi
praksis inilah, penjabaran nilai-nilai Pancasila senantiasa berkembang dan
selalu dapat dilakukan perubahan dan perbaikan (reformasi) sesuai dengan
perkembangan zaman dan aspirasi masyarakat, sehingga Pancasila merupakan
ideologi terbuka.
Adapun
ketiga dimensi Pancasila tersebut, diantaranya sebagai berikut.
1. Dimenasi Idealisme
Dimensi ini menekankan
bahwa nilai-nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila yang bersifat
sistematis, rasional, dan menyeluruh itu, pada hakikatnya bersumber pada
filsafat Pancasila.
2. Dimensi normatif
Dimensi ini mengandung
pengertian bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, perlu dijabarkan
dalam suatu sistem norma. Artinya, Pancasila terkandung dalam Pembukaan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang merupakan tertib
hukum tertinggi dalam Negara Republik Indonesia serta merupakan
staatsfundamentalnorm (pokok kaidah negara yang fundamental).
3. Dimensi realitas
Dimensi ini mengandung
makna bahwa suatu ideologi harus mampu mencerminkan realitas kehidupan yang
berkembang dalam masyarakat.

silahkan anak anak melakukan komen atau pertanyaan tentang materi tersebut di kolom komentar, komen atau pertanyaan juga akan sebagai nilai keaktifan kalian selama pembelajaran .
BalasHapusPertanyaan :sebutkan nilai Milan yang terkandung pancasila?
BalasHapusKomentar:jelas dan sangat mudah di pahami
Nilai yang terkandung dalam sila pertama Pancasila dan butir-butir pengamalannya bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan sekolah atau kelas, seperti dikutip dari laman Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) berikut:
Hapus7 butir pengamalan nilai yang terkandung dalam sila pertama Pancasila yaitu sebagai berikut:
- Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
- Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
- Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
- Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
- Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
- Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
- Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.
Jelas dan sangat mudah di pahami
BalasHapusberikan sebuah contoh kehidupan sehari hari, bagaimana penanaman nilai nilai pancasila?
BalasHapustulis nama dan kelas
Hapus